Macam-Macam Art Design

Macam-Macam Art Design – Berikut adalah macam-macam Art Design:

  1. ART DECO

Art Deco merupakan style hias yang lahir sehabis Perang Dunia I serta berakhir saat sebelum Perang Dunia II yang banyak diterapkan dalam bermacam bidang, misalnya bidang luar, bidang dalamnya, mebel, arca, poster, baju, perhiasan serta lain- lain dari 1920 sampai 1939, yang pengaruhi seni dekoratif semacam arsitektur, desain bidang dalamnya, serta desain industri, ataupun seni visual semacam misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, serta film. Gerakan ini, dalam penafsiran tertentu, merupakan gabungan dari bermacam style serta gerakan pada dini abad ke- 20, tercantum Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, serta Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920- an. Walaupun banyak gerakan desain memiliki pangkal ataupun iktikad politik ataupun filsafati, Art Deco murni bertabiat dekoratif. Pada masa itu, style ini dikira anggun, fungsional, serta ultra modern.

  • ART CUBISM

Dalam karya Kubisme, objek putus, dianalisis, serta kembali berkumpul dalam bentuk- disarikan bukan menggambarkan objek dari satu sudut pandang, artis menggambarkan subyek dari banyak sudut pandang buat mewakili subjek dalam konteks yang lebih besar. Often the surfaces intersect at seemingly random angles, removing a coherent sense of depth. Kerap kali permukaan berpotongan pada sudut tampaknya acak, melenyapkan rasa kedalaman koheren. The latar belakang and object planes interpenetrate one another to create the shallow ambiguous ruang, one of cubism’ s distinct characteristics. Latar balik serta objek pesawat menyerap satu sama lain buat menghasilkan ruang ambigu dangkal, salah satu ciri yang berbeda kubisme itu.

  • ART NOUVEAU

Art Nouveau merupakan salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar penafsiran yang sama, seni lukis merupakan suatu pengembangan yang lebih utuh dari menggambar.

Melukis merupakan aktivitas mencerna medium 2 ukuran ataupun permukaan dari objek 3 ukuran buat menemukan kesan tertentu. Medium lukisan dapat berupa apa saja, semacam kanvas, kertas, papan, serta apalagi film di dalam fotografi dapat dikira bagaikan media lukisan. Perlengkapan yang digunakan pula dapat beragam, dengan ketentuan dapat membagikan imaji tertentu kepada media yang digunakan.

  • FUTURISM

Futurisme merupakan seni serta gerakan sosial yang berasal dari Italia pada abad ke- 20.

Itu merupakan sebagian besar merupakan fenomena Italia, walaupun terdapat gerakan paralel di Rusia, Inggris serta di tempat lain. Para Futuris dipraktekkan di tiap media seni, tercantum lukisan, arca, keramik, desain grafis, desain industri, desain bidang dalamnya, teater, film, mode, tekstil, sastra, musik, arsitektur serta apalagi kemampuan memasak.

  • SURREALISM

Surealisme merupakan gerakan budaya yang diawali pada dini 1920- an, serta populer dalam karya seni visual serta tulisan- tulisan para anggota kelompok

karya Surealis fitur elemen kejutan, juxtapositions tidak terduga serta non sequitur, tetapi banyak Surealis seniman serta penulis menyangka pekerjaan mereka bagaikan ekspresi dari gerakan filosofis yang awal serta terutama, dengan karya yang artefak. Pemimpin André Breton yang eksplisit dalam pernyataannya kalau surealisme terletak di atas seluruh gerakan revolusioner.

Surealisme dibesarkan dari Dada aktivitas Perang Dunia I serta sebagian besar pusat berarti gerakan itu Paris. Dari tahun 1920 serta seterusnya, penyebaran gerakan di segala dunia, kesimpulannya pengaruhi seni visual, sastra, film serta musik dari banyak negeri serta bahasa, dan politik pemikiran serta praktek, filsafat serta teori sosial.

  • DADAISM

Dada ataupun Dadaism merupakan gerakan budaya yang diawali di Zurich, Swiss, sepanjang Perang Dunia I serta menggapai puncaknya 1916- 1922.

Gerakan ini paling utama yang ikut serta seni visual, sastra– puisi, manifesto seni, teori seni– teater, serta desain grafis, serta terkonsentrasi yang anti- perang politik lewat penolakan terhadap standar yang berlaku dalam seni lewat anti- seni karya budaya. Tujuannya merupakan buat mengolok- olok apa yang pesertanya dikira berartinya dunia modern. Tidak hanya jadi anti- perang, papa pula anti- borjuis serta anarkis di alam.

Dada aktivitas meliputi pertemuan universal, demonstrasi, serta publikasi seni/ harian sastra; cakupan penuh gairah seni, politik, serta budaya merupakan topik yang kerap dibahas dalam bermacam media. Gerakan ini setelah itu dipengaruhi style semacam avant- garde serta pusat kota musik gerakan, serta kelompok- kelompok tercantum surealisme, réalisme Nouveau, pop art, Fluxus serta punk rock.

Dada merupakan dasar buat seni abstrak serta puisi suara, titik dini buat seni pertunjukan, suatu dini dari postmodernisme, pengaruhi pop art, sesuatu perayaan antiart yang setelah itu hendak dipeluk buat memakai anarko- politik di tahun 1960- an serta gerakan yang tergeletak dasar buat Surealisme.

  • BAUHAUS

Bauhaus, merupakan suatu sekolah seni serta desain di Jerman yang sangat mempengaruhi yang populer dengan keunikan gabungan antara seni serta metode dalam penciptaan massal, yang dalam perkembangannya lebih diketahui bagaikan nama suatu style seni tertentu. Sekolah ini berdiri pada tahun 1919 serta berdiri hingga ditutup oleh Nazi pada tahun 1933. Awal kali dipandu oleh Walter Gropius( 1883- 1969) serta Ludwig Mies van der Rohe( 1886- 1969). Bauhaus bergerak dalam seni artistektur, ialah Utopia, berdasar pada idealisme dari wujud yang simpel serta guna yang lugas, serta suatu keyakinan kalau mesin perekonomian bisa bawa secara elok barang– barang yang sudah didesain jadi kepunyaan massa, memakai metode– metode serta material– material yang digunakan secara spesial buat pemakaian pabrik serta manufaktur massal, semacam baja, beton, krom, kaca, serta lain sebagainya.

  • ABSTRACT

Seni Abstrak memakai bahasa visual wujud, corak serta garis buat membuat komposisi yang bisa jadi terdapat dengan derajat kemerdekaan dari rujukan visual di dunia. Seni Barat telah, dari Renaissance hingga pertengahan abad ke- 19, didukung oleh logika perspektif serta upaya buat mereproduksi ilusi kenyataan nampak. Seni budaya lain dari Eropa sudah jadi diakses serta menampilkan cara- cara alternatif buat menggambarkan pengalaman visual buat artis. Pada akhir abad ke- 19 seniman banyak orang merasa kebutuhan buat membuat tipe baru seni yang hendak mencakup pergantian mendasar yang terjalin di teknologi, sains serta filsafat. Sumber dari mana para seniman orang menarik alasan teoretis mereka bermacam- macam, serta mencerminkan keasyikan sosial serta intelektual dalam seluruh bidang kebudayaan Barat pada waktu itu.

Abstrak seni, seni nonfigurative, seni nonobjective, serta seni nonrepresentational merupakan sebutan longgar terpaut.

Mereka merupakan seragam, meski bisa jadi tidak arti identik.

Abstraksi menampilkan keberangkatan dari kenyataan di penggambaran citra dalam seni. Ini keberangkatan dari representasi akurat bisa cuma sedikit, ataupun dapat parsial, ataupun dapat lengkap. Abstraksi terdapat di sejauh kontinum. Apalagi seni itu bertujuan buat nampak seakan- akan dari tingkatan paling tinggi bisa dikatakan abstrak, paling tidak secara teoretis, semenjak representasi sempurna hendak cenderung sangat susah dimengerti.

Artwork yang bawa kebebasan, misalnya mengganti corak serta wujud dengan metode yang mencolok, bisa dikatakan sebagian abstrak. Total abstraksi tidak menanggung jejak rujukan apa juga diketahui. Dalam abstraksi geometris, misalnya, seorang tidak bisa jadi buat menciptakan rujukan buat entitas naturalistik. figuratif seni serta abstraksi total nyaris silih eksklusif. Tetapi figuratif serta representasi( ataupun realistis seni) kerap berisi abstraksi parsial.

Di antara yang sangat banyak gerakan- gerakan seni yang mewujudkan abstraksi parsial hendak misalnya Fauvisme di mana corak mencolok serta terencana diganti vis- a- vis kenyataan, serta kubisme, yang jelas- jelas mengganti wujud entitas kehidupan nyata ditafsirkan.

  • POP ART

Pop Art merupakan suatu gerakan seni yang timbul pada tahun 1950 pertengahan di Britania serta di akhir 1950- an di Amerika Serikat.

Pop seni menantang tradisi dengan menegaskan kalau artis memakai dari yang dihasilkan visual komoditas- massa budaya terkenal yang berbatasan dengan perspektif seni rupa. Pop menghapus modul dari konteks serta isolat objek, ataupun mencampurkan dengan obyek lain, buat kontemplasi. Konsep pop art tidak sebanyak merujuk pada seni itu sendiri bagaikan dengan perilaku yang menuju ke situ.

Dicirikan oleh tema serta metode yang diambil dari terkenal budaya massa, semacam iklan, novel novel serta benda- benda duniawi budaya, seni pop secara luas ditafsirkan bagaikan respon terhadap gagasan dominan setelah itu dari ekspresionisme abstrak, dan perluasan pada mereka. Pop seni, bertujuan buat memakai gambar- gambar terkenal bagaikan lawan dari budaya elitis dalam seni, menekankan dangkal ataupun kitschy unsur- unsur dari tiap budaya tertentu, sangat kerap lewat pemakaian ironi. Perihal ini pula terpaut dengan seniman memakai dari mekanik fasilitas reproduksi ataupun metode rendering.