Karya Seni yang Mengapung di Luar Angkasa

Karya Seni yang Mengapung di Luar Angkasa – Sejauh sejarah manusia, kita baru dapat menjelajahi luar angkasa dalam sebagian dekade terakhir. Tetapi jauh saat sebelum kita meluncurkan satelit ke luar suasana, para seniman telah membayangkan tentang manusia yang melarikan diri dari planet Bumi mengarah surga.

Anggaran belanja lembaga pertahanan militer serta ilmu pengetahuan mendesak eksplorasi, tetapi para senimanlah yang jadi katalis instrumental dari petualangan manusia menaklukan antah berantah, sebab mereka membayangkan masa depan jauh saat sebelum itu terwujud- seperti kata pepatah, kehidupan itu meniru karya seni.

Saat ini para seniman bergabung dalam penjelajahan yang sesungguhnya, membayangkan ruang- ruang hampa hawa yang misterius di atas suasana, yang seakan- akan jadi museum ataupun galeri seni.

Seniman yang diketahui dengan nama Nahum menolak ilham kalau luar angkasa merupakan tempat yang wajib dipahami manusia. Ia berkomentar kalau seniman wajib dilibatkan dalam dialog menimpa gimana kita mengeksplorasi luar angkasa. Bila tidak, kemanusiaan- lebih tepatnya merujuk pada negara- negara kaya dengan pendanaan besar buat proyek luar angkasanya- berisiko mengulang kesalahan yang sama dengan sejarah kolonialisme di masa dulu sekali.

Siapa yang memahami permukaan Bulan ataupun komet serta mempunyai hak buat mengeksploitasi mineral serta logam berharga di situ? Aspek fundamental dari kebudayaan kita, semacam kepemilikan tanah serta batasan daerah dipertanyakan kembali sehabis kita meninggalkan Bumi, kata ia.” Bila[seniman] mempunyai kemampuan serta pemikiran yang berbeda tentang dunia, kami dapat memperkaya obrolan itu,”

Seniman, buat awal kalinya semenjak ilmuwan menciptakan pemecahan buat melawan gravitasi serta menerobos suasana Bumi, mulai membayangkan luar angkasa bagaikan suatu platform seni.

Semacam apa seni di luar Bumi? Pada 29 Juni 2018, hasil dari kerja bertahun- tahun, mimpi Nahum terwujud kala ia meluncurkan salah satunya arca interaktif ke orbit. Menumpang roket SpaceX Falcon 9 yang meluncur mengarah Stasiun Luar Angkasa Internasional( ISS).

Di Bumi, Nahum menghasilkan aneka pertunjukan yang membolehkan wisatawan berhubungan dengan arca di ISS.” Ini buat bawa orang- orang di Bumi mendekat ke luar angkasa,” kata Nahum.

Apakah luar angkasa merupakan tempat buat seni?

Luar angkasa sepatutnya dapat jadi laboratorium budaya, kata Nahum, makanya proyek baru ini terencana didesain terpaut dengan interaksi dengan luar angkasa. Dengan berhubungan dengan arca di ISS, pemirsa di Bumi hendak merasakan seakan- akan luar angkasa lebih gampang diakses.

Proyek ini merupakan tentang interkonektivitas seluruh perihal, pada skala kosmik namun pula di mari, di Bumi; interpretasi tentang perihal yang tidak kita ketahui- sebagai bagian dari apa yang tidak nampak namun tidak dapat dipungkiri merupakan bagian dari keberadaan manusia.” Kadangkala aku merasa luar angkasa merupakan suatu kanvas gelap,” kata Nahum.

Seniman lain semacam Trevor Paglen, Tavares Strachan serta Makoto Azuma pula menyusun proyek yang terbuat spesial buat luar angkasa.

Pada bertepatan pada 3 Desember 2018 Orbital Reflektor Paglen, hasil kerjasama dengan Museum Seni Nevada, serta Strachans Enoch, dan Museum Seni Los Angeles( LACMA) diluncurkan ke luar angkasa sehabis sebagian kali dibatalkan. Kedua karya itu menumpang roket SpaceX yang sama.

Pada awal mulanya, arca Paglen bisa jadi nampak semacam satelit ilmiah, namun sesungguhnya murni estetika serta aspirasi.

Proyek ini merangsang keluhan di antara para astronom yang mengklaim kalau objek yang sangat reflektif hendak membatasi pengamatan ilmiah. Nahum membantah klaim mereka, malah proyek itu merupakan yang awal yang mempertanyakan permasalahan siapa yang mempunyai hak atas angkasa ataupun siapa yang mempunyai orbit Bumi. joker123 Kenapa para ilmuwan wajib mempunyai kontrol tanpa batasan? Kenapa seniman, ataupun orang lain dalam perihal ini, tidak mempunyai akses yang sama ke daerah yang baru ini?

Arca luar angkasa Strachan lebih mirip dengan patung- patung yang Kamu temukan di museum- yaitu arca Robert Henry Lawrence Jr, orang Afrika- Amerika awal yang diseleksi buat program luar angkasa AS. Lawrence wafat dalam musibah pesawat dikala masih dalam pelatihan buat jadi astronot serta tidak sempat mencapai mimpinya berangkat ke luar angkasa. Tetapi arca Strachan seolah mewujudkannya.

Peluncuran arca ruang angkasa Nahum, Paglen serta Strachan mencirikan titik balik untuk karya seni di luar angkasa, dengan 3 karya oleh 3 seniman yang mengorbit di dekat planet kita dikala ini.

Paglen berkata kalau dia merancang arca luar angkasa buat mendesak kita( yang terikat oleh gravitasi di Bumi) buat memandang dengan rasa penasaran yang fresh.” Yang aku gemari tentang penjelajahan luar angkasa merupakan kalau sebagian besar dari itu merupakan tentang( kepentingan) Bumi,” kata Nahum.

Dengan kata lain, proyek- proyek ini, walaupun bertabiat ekstra- terestrial, dimaksudkan buat menyatukan kita. Nyaris tiap satelit sempat menuju ke Bumi. Kenyataannya, kamera awal yang diluncurkan ke luar angkasa bukan mengambil gambar bintang, namun Bumi.

Konsep migrasi serta nasionalisme sirna kala kita membayangkan masa depan di mana kita cuma hendak mengatakan,” Aku dari Bumi,” kata Nahum. Di luar sains ataupun apalagi fiksi ilmiah, seni bisa memancing cara- cara baru buat memandang ke luar ke langit serta pula ke dalam pemahaman kolektif kita.

Sejarah 50 tahun seni luar angkasa

Nahum, yang berasal dari Mexico City namun saat ini bekerja di Berlin, sudah mengeksplorasi luar angkasa bagaikan subjek serta tujuan dalam seni sepanjang nyaris satu dekade.

” Bagaikan seniman, kita mempunyai tanggung jawab buat berhubungan dengan apa juga subjek kita,” katanya. Buat pameran tahun 2015 di Mexico City, The Matters of Gravity, Nahum bersama dengan sekelompok kecil seniman melaksanakan ekspedisi ke Rusia buat merasakan pengalaman yang mirip dengan gravitasi nol, ialah melalui penerbangan parabola.

Dirancang bagaikan bagian dari pelatihan astronot serta buat riset ilmiah, penerbangan parabola menghasilkan pengalaman 30- detik terletak di gravitasi nol, lewat serangkaian manuver spesial di atas pesawat yang dirancang spesial. Nahum serta seniman yang lain merupakan yang awal melaksanakan percobaan artistik di area tanpa gravitasi. Hasilnya ditampilkan di Palacio de Bellas Artes dalam wujud audio, video, serta arca.

Pada tahun 2017 Azuma membuat luar angkasa terasa lebih dekat dengan menghasilkan kembali standar sejarah seni still life( ataupun subyek lukisan yang tidak bergerak) dengan foto buket bunga yang melayang di tepi luar suasana.

Karya- karyanya pasti tidak kekal, seolah- olah melambangkan watak rapuh serta sedangkan dari seluruh suatu yang hidup serta organik di alam semesta yang besar, apalagi planet yang kita sebut rumah. Jadi sekali lagi, eksplorasi seniman di ruang angkasa senantiasa kembali ke kehidupan kita di Bumi.

Pendekatan Azuma buat menggapai ruang angkasa jelas lebih DIY. Alih- alih bawa karangan bunga ke ruang angkasa di atas roket, ia membawanya dengan balon raksasa, yang menggapai ketinggian 100. 000 kaki di atas gurun Nevada.

Pada temperatur- 60C, bunga- bunga mulai gugur di suasana luar saat sebelum jatuh ke Bumi semacam potongan kertas berwarna- warni. Dokumentasi gambar merupakan salah satunya fakta dari ekspedisi itu, memperlihatkan zona abu- abu di mana Bumi berakhir serta ruang angkasa diawali. Proyek yang diucap EXOBIOTANICA ini menawarkan eksplorasi luar angkasa yang puitis, seakan berkata, kita wajib menyelam ke perihal yang tidak dikenal cuma bila kita bawa suatu yang indah bersama kita.

Tetapi sejarah seni di ruang angkasa telah diawali lebih jauh dari ini. 2 misi ruang angkasa sangat populer, Voyager 1 serta 2( pesawat ruang angkasa identik yang dirancang buat menggapai tepi luar galaksi kita) bawa dan 2 rekaman emas penuh seni. Sehabis peluncurannya tahun 1977, 2 pesawat itu terus melanjutkan ekspedisi ke tempat yang tidak dikenal. Tiap detik mereka jadi barang buatan manusia yang terjauh dari Bumi.

Pada bulan Desember 2018, Voyager 2 meninggalkan Tata Surya kita, nyaris 18 miliyar kilometer( 11 miliyar mil) dari Bumi, menjajaki Voyager 1, yang meninggalkan Tata Surya kita pada tahun 2012. Betul- betul salah satunya, proyek Voyager melambangkan perjuangan amat keras manusia buat menjangkau keluar dengan pesan keelokan serta kreativitas manusia. Tiap cakram emas berisi pesan ke mahkluk ekstra- terestrial yang bisa jadi menciptakan pesawat ruang angkasa itu. Apa isi rekaman itu? Foto, musik, serta salam dalam banyak bahasa dari segala dunia.

Carl Sagan, yang ditugaskan buat mengkurasi rekaman emas buat mewakili seluruh peradaban manusia, menyebut piringan itu” karya terbanyak Bumi; suatu hadiah yang melintasi samudra kosmik dari satu pulau peradaban ke pulau lain”. Dalam 4 dekade selanjutnya, tidak terdapat usaha seni yang lebih besar dari itu di ruang angkasa. Penjelajahan kita terhadap kosmos, apakah artistik ataupun brutal, pada kesimpulannya merupakan eksplorasi jiwa serta keterkaitan manusia pada alam semesta.